Rabu, 30 Januari 2013

tugas softskill asuransi dan manajemen risiko


A.    Pengendalian Resiko ( Risk Control )
1.      Menghindari resiko
-          Menolak memiliki, menerima, atau melaksanakan kegiatan itu walaupun hanya tuk sementara
-          Mnyerahkan kembali resiko yg terlanjur diterima, atau sgera menghentikan kegiatan begitu kemudian diketahui mengandung resiko
2.      Mengendalikan kerugian
-          Memindahkan kans tuk terjadinya kerugian
-          Mengurangi keparahan jika kerugiaan itu memang terjadi
3.      Pemisahan
-          Mengurangi jumlah kerugian utk satu peristiwa
-          Dg menambah bnyaknya independent exposure unit maka probabilitas kerugian diperkecil
-          Menyebarkan harta yg menghadapi resiko yg sama, menggantikan penempatan salam satu lokasi
4.      Kombinasi
-          Salah satu caranya adalah dg perkembangan internal ( memperbanyak unit, merger dg perusahaan lain)
-          Menambah bnyaknya exposure unit dalam batas kendali perusahaan yg bersangkutan dg tujuan agar kerugian yg akan dialami lebih dapat diramalkan.
5.      Pemindahan Resiko
-          Resiko itu sendiri yg dipindahkan.
B.     Strategi pengendalian kerugiaan
-          Mencegah lahirnya hazard pd kesempatan pertama
-          Mengurangi jumlah atau besarnya hazard
-          Mencegah keluarnya hazard jika hazard terbentuk
-          Mengubah kecepatan atau kekuatan hazard dari sumbernya
-          Memisahkan dari objek yang dapat dihancurkannya
-          Memisahkan hazard dari suatu objek yang harus dilindungi dari suatu sekat pemisah
-          Menstabilkan, mereparasi, merehabilitasi objek yang kena musibah
-          Menjadikan objek lebih tahan dari hazard yang akan merusaknya
-          Mengubah kualitas dasar yang relevan dari hazard
-          Mulai melakukan tidakan kontra untuk melawan hazard
C.    Pembiayaan Resiko ( Risk Financing ):
Cara – cara  pembelanjaan resiko dengan maksud untuk meminimalkan kerugian
1.      Risk Financing Transfer (memindahkan resiko ddisertai dengan pembayaran)
-          Transfer resiko kpd perusahaan asuransi
-           –‘’ ke bukan pershaan asuranis
2.      Risk Retention (resiko ditangani sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan)
a.       Sumber dananya diusahakan sendiri oleh perusahaan
b.      Bersifat pasif dan tidak direncanakan
c.       Bersifat aktif dan direncanakan

D.    Alasan perusahaan melakukan retention:
1.      Keharusahan karena tidak ada alternatif lain
Keharusahan karena tidak mungkin untuk memindahkan resiko tersebut.
Ex: tidak ada perusahaan asuransi yang mau menanggung resiko tersebut, premi tinggi karena probabilitas kerugiaan yg tinggi
2.      Biaya
Lebih murah menanggung resiko sndiri karena premi tinggi
3.      Kerugian-harapan
jika perushaan percaya bahwa kerugian-harapan yang diitungnya lebih rendah dari perkiraan pihak asuransi, maka perusahaan dalam jangka panjang dapat menghemat pengeluaran sebesar selisih kedua perhitungan tersebut. Kalo pun perhitungan sama tetep pilih retention
4.      Opportunity cost
Menyangkut timing pembayaran premium dibandingkan dengan  pengeluaran untuk kerugian.
5.      Kualitas lingkungan
Sebagaian perusahaan percaya bahwa servis yang disediakan oleh penanggung (asuransi) bisa dilaksanakan lebih baik oleh perusahaan itu atau oleh suatu biro jasa.
6.      Pajak
Menyangkut pajak oleh pemerintah. Bisa mnyebabkan retention kurang menarik

E.     Cara penyediaan dana untuk retention:
1.      Tidak ada penyediaan sebelumnya
Jika terjadi resiko maka kerugian ditutup dengan  dana kebetulan yang tersedia atau dibebankan kepada penghasilan tahun yg bersangkutan.
2.      Membentuk dana cadangan
Dana yg disihkan setiap tahun untuk menutup resiko sejumlah kerugian yang diperkirakan
3.      Asuransi sendiri
Perusahaan membentuk self isurer dalam organisasi nya sendiri, dan scara berkala perusahaan menyetor ke self-insurer ini.

F.     Faktor – faktor  yang mendorong retention:
1.      Biaya lebih rendah dari pada yang dibebankan oleh pihak perusahaan asuransi
2.      Kerugian harapan lebih rendah dari perkiraan asuransi
3.      Unit yang menghadapi resiko banyak, shingga resiko akan menjadi lbih rendah karena perusahaan itu akan sanggup memperkirakan probabilitas kerugiaanya dengan akurat
4.      Peluang yang kuat bagi investasi yang mengakibatkn opportunity cost yang besar

  1. PENGERTIAN KERUGIAN FISIK
Kerugian fisik merupakan keruguan yang terjadi atas harta yang dimiliki. Kerugian fisik dibagi atas dua macam. Yakni kerugian fisik secara langsung maupun tidak langsung.
  1. Kerugian langsung
  2. Kerugian tak langsung

  1. SEBAB – SEBAB KERUGIAN FISIK
Kerugian fisik dapat terjadi karena hal-hal berikut :
  • Kebakaran
  • Pencurian
  • Peledakan
  • Bencana alam

  1. KEPENTINGAN TERHADAP HARTA
Menurut definisi resmi, harta merupakan sejumlah hak yang bisa mengalir dari atau bagian asset yang berwujud, tetapi memiliki nilai-nilai ekonomi tertentu.

  1. METODE PENILAIAN KERUGIAN LANGSUNG PEMILIK HARTA
    1. Harga perolehan
    2. Harga perolehan dikurangi depresiasi
    3. Nilai pasaran
    4. Nilai pasar penetapan pajak
    5. The economic or use value
    6. Reproduction cost
    7. Replacement cost new
    8. Dikurangi depresiasi dan keusangan.
  1. RESIKO
Resiko adalah ketidaktentuan atau uncertainty yang mungkin melahirkan kerugian (loss). Unsure ketidaktentuan bisa mendatangkan kerugian asuransi. Spesifikasi resiko adalah sebagai berikut:
1.       berbagai cara
2.       kejadian yang merugikan
3.       kemungkinan hasil.
Alat ukur resiko :
A. Deviasi standar
B. Probabilitas

Resiko muncul karena kondisi ketidakpastian. Tingkat ketidakpastian :
a.       tidak ada (pasti) = hasilnya bisa diprediksi : hukum alam dll.
b.       ketidakpastian objektif = hasil bisa diidentifikasi dan probabilita diketahui : dadu, kartu dll
c.       ketidakpastian subjektif = hasil bisa diidentifikasi, tapi probabilita tidak diketahui : kebakaran,
kecelakaan dll
d.       sangat tidak pasti  =   hasil tidak bisa diidentifikasi, probabilita tidak diketahui : eksplorasi luar
angkasa dll.
Fluktuasi harga meningkatkan ketidakpastian, resiko cenderung meningkat. Faktor pendorong fluktuasi :
      Globalisasi dunia : kejadian di suatu negara mempengaruhi negara lain.v
      Liberalisasi dunia : membuka pasar domestik terhadap asing efeknya sama dengan globalisasiv
      Info makin cepat (teknologi) : reaksi pasar makin cepat.v
Tipe resiko : (1)resiko murni/spekulasi, (2)resiko dinamis/statis, (3)resiko subjektif/objektif.
      Resiko murni : kemungkinan rugi ada, kemungkinan untung tidakv ada = kecelakaan, kebakaran, banjir dll. Resiko spekulatif : ada kemungkinan rugi/untung = usaha bisnis (resiko bisnis).
Po  =  Di / (bm – g)
Po : harga saham saat ini
Di : deviden tahun depan
bm : persen biaya modal sendiri
g : persen pertumbuhan laba setelah deviden
      Resiko statis : ada resiko padahal di posisiv stabil/seimbang/tetap. Contoh = tersambar petir. Resiko dinamis : dari perubahan kondisi = teknologi berubah, dll
      Resiko objektif : didasarkan observasi parameter = deviasiv standar, IRR. Resiko subjektif : persepsi kondisi mental/gaya yang menimbulkan resiko = konservatif/radikal, agresif/pasif dll.

Manajemen resiko bertujuan mengelola resiko sehingga memperoleh hasil yang paling optimal. Proses manajemen resiko :
      Identifikasi : resiko apa saja yang dihadapiØ
      Evaluasi/pengukuran : guna memahami karakter resiko. TeknikØ mengukur dengan : Probabilitas   = membuat prioritasi. Matrik = sumbu datar (probabilitas), sumbu tegak (signifikan/severity).
      Perubahan/penyimpangan harga :Ø
a)Durasi = pengukuran waktu untuk resiko spekulasi
b)VAR = value at risk untuk resiko pasar/saingan
c)COSO = self assestment untuk resiko operasional
Pengelolaan resiko dengan cara :
        · penghindaran = cara termudah/aman tetapi tidak optimal, bisa melenyapkan kemungkinan mendapat profit
        · retensi/ditahan = memutuskan menanggung resiko sendiri
        · diversifikasi = jika rugi di satu asset dikompensasi ke asset lain (don’t put eggs in one basket)
        · transfer resiko = diasuransikan
        · pengendalian resiko = alarm tanda bahaya
        · pendanaan resiko = membayar/ menanggung kerugian.
Pandangan lama mengganggap ada hubungan positif antara resiko dan tingkat laba. Makin tinggi resiko, laba makin besar. Pandangan baru : hubungan resiko & laba non-linear. Manajemen Resiko Perusahaan = pengelolaan resiko oleh organisasi secara komprehensif untuk meningkatkan nilai perusahaan. Dua elemen dasar manajemen resiko :
a.       Infrastruktur (prasarana lunak = nonfisik & keras = fisik)
b.       Proses manajemen resiko.
Prasarana lunak : (1)budaya sadar resiko (2)dukungan manajer. Prasarana keras : ruangan kantor, komputer, mesin dll. Proses manajemen resiko :

1)      Perencanaan = menetapkan visi misi dan tujuan resiko
2)      Pelaksanaan = manajer resiko cenderung bertentangan dengan manajer lini. Lini ingin berjalan cepat tanpa memikirkan resiko
3)      Pengendalian = evaluasi periodik pelaksanaan manajemen resiko, laporan sebagai output, dan ada umpan balik.
Manajemen resiko yang baik menjamin good corporate governance, disclosure, dan transparansi

Senin, 25 Juni 2012

tugas softskill perusahaan multinasional minggu ke 3



Koninklijke Philips Electronics N.V. (Royal Dutch Philips Electronics Ltd.), biasa dikenal sebagai Philips, ialah salah satu produsen elektronik konsumen terbesar di dunia. Pada 2004, penjualannya sekitar € 30,3 juta dan mereka mempekerjakan 161.586 orang di lebih dari 60 negara. Philips diorganisasi dalam sejumlah divisi: Philips Consumer Electronics, Philips Semiconductors, Philips Lighting, Philips Medical Systems dan Philips Domestic Appliances and Personal Care.
Perusahaan ini didirikan pada 1891 oleh 2 bersaudara Gerard L.F Philips dan Anton Philips (1874-1951) di Eindhoven, Belanda. Produk pertamanya ialah bola lampu ‘dan alat elektronik lainnya’. Perusahaan ini memulai kegiatanya pada bangunan berukuran 18×20 meter dengan dilengkapi mesin uap berkapasitas 60 tak serta sebidang tanah kosong seluas 1211 m2. Perusahaan ini berkembang dengan modal usaha pertama sebesar 75.000 Gulden dan jumlah karyawan sebanyak

tugas softskill perusahaan multinasional minggu ke 4


DaimlerChrysler AG (NYSE: DCX) adalah sebuah produsen mobil dan truk terkenal yang bermarkas di Stuttgart, Jerman dan Auburn Hills, Michigan, dibentuk pada 1998 dengan pembelian Chrysler Corporation (AS) oleh Daimler-Benz (Jerman).
Pembelian in diumumkan sebagai “penggabungan sederajat” pada 7 Mei tetapi terjadi pada 12 November dan tidak diungkapkan sebagai pembelian sampai 2003.
Perusahaan ini membuat mobil dan truk dengan merek Mercedes-Benz dan Chrysler. Merek lain yang ditawarkan adalah Smart dan Maybach di pihak Daimler-Benz, Dodge dan Jeep di pihak Chrysler. Perusahaan ini juga memiliki 37% dari perusahaan mobil Jepang Mitsubishi (dikarenakan ia tidak berpartisipasi dalam peningkatan modal baru pada April 2004 menjadi 22%) dan perusahaan mobil Korea Hyundai.
Merek
DaimlerChrysler menjual mobil di bawah beberapa merek di seluruh dunia:
Grup Mercedes Car
Global Electric Microcars (GEM)
Maybach
Mercedes-Benz
smart
Grup Chrysler
Chrysler
Dodge
Jeep
Merk Kendaraan Komersial
Freightliner
Mercedes-Benz
Mitsubishi Fuso
Setra
Sterling Trucks
Western Star
Merk Mesin
MTU Friedrichshafen
Detroit Diesel
Pemegangan
DaimlerChrysler pada tahun 2005 memegang saham di perusahaan-perusahaan berikut:
30,2% EADS, perusahaan induk Airbus (pada September 2002)
43% Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation Jepang.
Freightliner, LLC
DaimlerChrysler pernah mempunyai saham di:
10,5% Hyundai Motor Company – dibeli pada tahun 2000 dan 2001 seharga US$572,000,000. Dijual pada Agustus 2004 seharga US$900.000.000
37,1% Mitsubishi Motors Jepang (terjual pada November 2005)
Pranala luar
(Inggris) Situs web resmi
(Inggris) DaimlerChrysler sued for $9bn (BBC)
(Inggris) DaimlerChrysler settles investor lawsuit (Car & Driver)

sumber
www.google.com 

tugas softskill perusahaan multinasional minggu ke 2


General Motors Corporation (NYSE: GM), juga dikenal dengan GM, adalah sebuah produsen mobil yang bermarkas di Amerika Serikat dengan operasi di seluruh dunia termasuk Buick, Cadillac, Chevrolet, Daewoo, GMC, Holden, Hummer, Oldsmobile, Opel, Pontiac, Saturn, Saab, dan Vauxhall.
Divisi Chevrolet dan GMC memproduksi truk, dan juga kendaraan penumpang lainnya. Merek lainnya termasuk ACDelco, Allison Transmission, dan General Motors Electro-Motive Division yang memproduksi lokomotif diesel-listrik. GM juga mempunyai bagian dalam Isuzu, Subaru, dan Suzuki di Jepang dan sebuah joint venture dengan AutoVAZ (Lada) di Rusia. Pada Desember 2003, GM membeli Delta di Afrika Selatan, di mana GM telah sebelumnya mengambil 45% bagian pada 1997, dan sekarang menjadi anak perusahaan yang dimiliki penuh, General Motors Afrika Selatan.
Markas GM terletak di Renaissance Center di Detroit, Michigan.
General Motors adalah produsen kendaraan terbesar di dunia dari segi penjualan tahunan dan mempekerjakan lebih dari 326.999 orang. Pada 2001, GM menjual 8,5 juta kendaraan melalui seluruh cabangnya. Pada 2002, GM menjual 15% dari seluruh kendaraan dan truk di dunia. Mereka juga memiliki Electronic Data Systems dari 1984 sampai 1996 dan, sebelum menjualnya ke News Corporation, DirecTV. GM memiliki Frigidaire dari 1918 sampai 1979.
Pada 2005, ketua umum (sejak 1 Mei 2003) dan CEO-nya (sejak 1 Juni 2000) adalah Roy Goodbles.
Logo GM
Jenis Terbuka (NYSE: GM)
Industri Otomotif
Didirikan 1908
Kantor pusat Detroit, Michigan; fasilitas produksi di 30 negara bagian A.S. dan 32 negara
Tokoh penting Rick Wagoner, Ketua Umum & CEO
Produk mobil
mesin
elektronik
komunikasi
Pendapatan ▲ US$ 135.592 billion (2010)[1]
Laba usaha ▲ US$ 5.084 milyar (2010)[1]
Laba bersih ▲ US$ 6.172 milyar (2010)[1]
Jumlah aset ▲ US$ 138.898 milyar (2010)[1]
Jumlah ekuitas ▲ US$ 36.180 milyar (2010)[1]
Karyawan 209,000 (2010)[2]
Divisi Chevrolet
Buick
Cadillac
GMC
Anak perusahaan OnStar
Adam Opel AG
GM Holden Ltd
GM Financial
Vauxhall Motors
GM Korea
General Motors do Brasil
Situs web www.gm.com
www.google.com


tugas softskill perusahaan multinasional minggu 1


Royal Dutch Shell plc adalah sebuah perusahaan energi utama, salah satu peringkat 4 atas perusahaan swasta minyak dan gas di dunia (bersama dengan BP, ExxonMobil, dan Total. Shell juga memiliki bisnis petrokimia yang cukup besar Shell Chemicals dan sektor energi terbaharui mengembangkan tenaga angin dan surya. Markas besar perusahaan ini berada di Den Haag, Belanda dengan markas besar legal di London, Britania Raya.
Shell di Indonesia
SCI mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1928. Bidang bisnis SCI antara lain perdagangan dalam produk petrokimia, gas & tenaga, penjelajahan dan produksi (E&P) dan bisnis SPBU yang sekarang beroperasi di Karawaci.
Shell mulai mengoperasikan SPBU di Indonesia sejak 1 November 2005. SPBU pertamanya terletak di Lippo Karawaci, Tangerang. Pada 1 Maret 2006, Shell membuka SPBU di Jakarta yang terletak di Jalan S. Parman (Slipi).
Bahan Bakar yang diperjualbelikan adalah Shell Super, Shell Super Extra, dan Shell Diesel.
Jenis Publik (NYSE: RDS.A / RDS.B)
Industri Minyak dan gas
Didirikan 1907
Kantor pusat Den Haag
Tokoh penting Jorma Ollila, Chairman
Jeroen van der Veer, CEO
Produk Minyak
Gas alam
Petrokimia
Pendapatan ▲ US$ 368.056 milyar (2010)[1]
Laba usaha ▲ US$ 35.344 milyar (2010)[1]
Laba bersih ▲ US$ 20.474 milyar (2010)[1]
Jumlah aset ▲ US$ 322.560 milyar (2010)
Jumlah ekuitas ▲ US$ 148.013 milyar (2010)
Karyawan 101.000
Anak perusahaan
[tampilkan]
Situs web www.shell.com
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Shell_%28perusahaan%29